Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan

Dalam Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 183 disebutkan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. 

Dalam Agama islam secara substansial, puasa adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami isteri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. 

Berdasarkan penelitian ilmiah yang telah dilakukan oleh para ahli, tidak ditemukan efek merugikan puasa Ramadhan, baik itu paru-paru, jantung, ginjal, hati, mata, profil endokrin, hematologi, dan fungsi neuropsikiatri. Dimana penelitian tersebut telah diteliti dari tahun 1960-2009 yang diperoleh dari Medline dan jurnal lokal negara-negara islam. 

Hasil yang ditemukan, terdapat manfaat yang luar biasa yang tak disangka oleh para ilmuwan mengenai mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Macam-macam mukjizat berpuasa di bulan Ramadhan perlu kita ketahui,

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme

Dalam berpuasa terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan zat lainnya memberikan manfaat dalam peremajaan sel dan komponennya dengan memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. 

Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur, tidak mengganggu kondisi tubuh namun menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial seperti albumin, globulin, dan fibrinogen. 

Hal tersebut dapat terjadi karena disaat kita tidak berpuasa dalam jangka panjang atau berpuasa Ramadhan terdapat penumpukan lemak dalam jumlah yang besar, sehingga berisiko pada sirosis hati. Sedangkan dalam berpuasa Ramadhan, fungsi hati jauh lebih aktif dan baik. 

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah 

Puasa Ramadhan menurut para peneliti, asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah. 

3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia

Ternyata puasa Ramadhan tidak mempengaruhi sel darah manusia dan tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa. 

4. Berpuasa bagi penderita diabetes tipe dua tidak berpengaruh

Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun, pada penderita diabetes tertentu, sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika ingin berpuasa Ramadhan. 

    Seperti penderita diabetes dengan keton yang meningkat, ibu hamil, usia anak atau komplikasi lain        seperti gagal ginjal dan jantung. 

5. Pengaruh pada ibu hamil dan menyusui 

Manfaat puasa ramadhan yang luar biasa, karena ibu hamil dan ibu menyusui dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan afrika barat. Ternyata dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidrosit butirat, alanin, insulin, glucagon, dan hormon tiroksin. 

6. Pengaruh pada janin saat ibu hamil berpuasa 

Dari hasil penelitian Departemen Obsteri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut selama 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadhan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diamater biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol/diastol (S/D) rasio. 

Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very low density lipoprotein (VLDL), dan LDL/HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok usia janin, berat badan ibu, perkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S/D. 

7. Penurunan glukosa dan berat badan 

Berpuasa bulan Ramadhan dapat menurunkan glukosa dan berat badan dari studi kohor yang dilakukan oleh 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa yang melakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein, densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low Density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan yang menunjukkan bahwa Puasa Ramadhan dapat menyebabkan menurunnya glukosa dan berat badan.

8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok

Ternyata berpuasa di bulan ramadhan tidak mempengaruhi fungsi kelenjar gondok manusia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS), tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa. 

9. Pengaruh pada hormon virgisteron 

Berpuasa di bulan ramadhan juga menunjukkan bahwa tidak memberikan pengaruh pada hormon virgisteron saat melaksankana puasa. Tetapi, 80 persen populasi penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan hormon prolaktin yang berguna dan sebagai harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan oleh hormon prolaktin

10. Bermanfaat bagi jantung

Ternyata dalam berpuasa Ramadhan, terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa 1. dan terjadi penurunan LDL yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dari beberapa penelitian terlihat “chronobiological” menunjukkan bahwa saat berpuasa Ramadhan memiliki pengaruh pada ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia yang dimana setiap perubahan tersebut berpengaruh bagi peningkatan kesehatan manusia. 

sumber :
https://sulselprov.go.id/welcome/post/manfaat-puasa-ramadhan-bagi-kesehatan

7 TIPS SEHAT MENJALANKAN IBADAH PUASA!

Bulan Ramadhan telah tiba. Saatnya umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa. Selain meningkatkan keimanan kita, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam ketika berpuasa juga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan lho jika dilakukan dengan cara yang sehat. Gimana sih caranya supaya ibadah puasa bikin kita semakin sehat juga? Ini dia 7 tips sehat untuk menjalankan ibadah puasa yang bisa kamu praktikkan.

Tips Sehat Saat Puasa

1. Makan dengan porsi normal

Setelah berpuasa seharian, nggak jarang kita berbuka dengan makan yang banyak – baik makanan berat maupun makanan ringan. Padahal, makan yang berlebihan saat berbuka puasa bisa membuat perut kita terasa penuh dan bahkan malah bikin kita sakit lho. Menurut dr. Magdi Mohamed dari RS Burjeel Abu Dhabi, makan berlebihan saat buka puasa bisa bikin perut kita kram, bahkan bikin kita diare dan terkena gangguan gastroentritis lho. Ini karena perut kita dipaksa langsung bekerja keras setelah beristirahat seharian.

Jadi, supaya nggak sakit perut, gimana sebaiknya kita berbuka puasa? dr. Mohamed menyarankan untuk berbuka dengan makanan ringan dan air dulu, lalu dilanjutkan makan dengan porsi seperti biasa kita makan malam. Kita juga sebaiknya menghindari makanan pedas dan asam ya saat berbuka.

2. Batasi makanan manis

Suka makan dessert dan cemilan yang manis-manis? Pada saat puasa kita sebaiknya membatasi konsumsi makanan manis favorit kita ya. Ini karena ketika puasa, nggak jarang gula darah kita naik menjadi lebih tinggi dari biasanya. Ketika kita makan makanan manis terlalu banyak saat puasa, gula darah kita bisa naik menjadi terlalu tinggi lho dan malah berdampak buruk pada kesehatan kita.

Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis saat puasa juga bisa bikin tubuh kita lemas di siang hari lho. Ini karena gula hanya memberikan kita energi yang banyak dalam waktu sedikit aja dan setelah itu, kita akan merasa lemas, pusing, ngantuk, bahkan bisa mempengaruhi mood sehingga cepat marah. Nggak mau kan puasa kita batal karena marah-marah terus? Jadi, hati-hati dengan makanan manis ya saat puasa.

3. Perbanyak minum air putih

Ketika puasa saat cuaca sedang panas, tantangan terbesar kita adalah untuk menahan rasa haus. Kalau kita menahan haus dengan cara yang salah, tubuh kita bisa mengalami dehidrasi, kulit kering, bahkan jika parah bisa bikin kita mengalami gangguan ginjal lho. Nah, supaya ibadah puasa kita nggak terhalang sakit karena dehidrasi, ada rumus yang bisa kita gunakan untuk mengatur frekuensi dan jumlah air yang kita minum supaya puasa kita tetap sehat lho.

, saat puasa kita bisa menggunakan aturan 2-2-4 untuk minum: 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka, dan 4 gelas air di malam hari. Selama puasa, hindari juga minuman manis atau mengandung kafein seperti teh dan kopi, terutama saat sahur. Minuman yang mengandung kafein, terutama jika diminum saat sahur justru bikin tubuh kita merasa haus seharian lho.

4. Makan buah dan sayur yang banyak

Saat sahur dan berbuka, daripada makan makanan yang digoreng atau junk food, sebaiknya makan buah-buahan dan sayur-sayuran yang banyak ya. Ini karena buah dan sayur umumnya mengandung serat yang tinggi dan bisa bikin kita merasa kenyang dengan kalori yang lebih sedikit. Selain itu, buah dan sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh kita untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyakit sehingga bikin kita lebih sehat selama bulan puasa.

Nah, supaya nggak sakit perut karena pencernaan kita kaget dengan buah dan sayur, terutama ketika berbuka puasa, ada beberapa jenis tips memilih buah dan sayur untuk dikonsumsi saat puasa nih.

, buah-buahan yang bersifat citrus seperti jeruk, lemon, atau jeruk limau sebaiknya kita hindari dulu selama puasa karena bikin perut kita kaget dengan tingkat keasamannya. Sebaliknya, pilih buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, apel, pir, dan anggur. Untuk sayur, sebaiknya kita mengkonsumsi sayuran organik saat berbuka ya, terutama jika diolah menjadi jus atau salad supaya nutrisinya nggak hilang.

5. Minum vitamin

Ketika menjalankan ibadah puasa, tubuh kita biasanya lebih rentan terkena penyakit karena nggak cukup mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya. Nah, supaya sistem kekebalan tubuh kita tetap kuat dan tubuh tetap sehat selama puasa, selain makan buah dan sayur, kita juga sebaiknya minum vitamin yang sekarang mudah ditemukan dalam bentuk tablet atau gummy untuk membantu tubuh kita agar tetap fit.

Di dalam multivitamin yang biasa kita konsumsi, biasanya terdapat berbagai jenis vitamin dalam satu tablet yang masing-masing memiliki manfaatnya sendiri untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Selain itu, tablet vitamin juga biasanya mengandung tambahan mineral seperti kalsium yang menyehatkan tulang, magnesium yang membuat tubuh lebih rileks, dan antioksidan untuk mencegah berbagai penyakit. Kita pun cukup mengkonsumsi vitamin sekali sehari saja saat sahur untuk menjaga kesehatan kita selama puasa seharian.

6. Lakukan olahraga kecil

Puasa bukan menjadi alasan untuk nggak olahraga sama sekali lho, karena ada beberapa jenis olahraga ringan yang bisa bikin badan kita tetap sehat tanpa menghabiskan tenaga terlalu banyak dan bikin kita lapar. Olahraga saat puasa bahkan bisa memberikan macam-macam manfaat untuk kita seperti menjaga kekuatan dan kebugaran tubuh sehingga kita tetap semangat beraktivitas.

Supaya olahraga saat puasa nggak bikin kita kelaparan atau lemas, sebaiknya pilih waktu olahraga yang tepat ya, yakni sekitar 30-90 menit sebelum berbuka puasa sehingga setelah berolahraga kita bisa langsung mengisi perut dengan makanan dan minuman. Selain itu, jenis olahraga juga perlu kita perhatikan ya. Pastikan kita memilih olahraga yang intensitasnya ringan atau sedang aja seperti yoga, pilates, barre, renang, atau sepeda.

7. Tidur yang cukup

Untuk kita yang berpuasa, tidur penting banget untuk kelancaran ibadah kita lho. Tidur yang cukup bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita sehingga bikin kita nggak gampang sakit saat puasa, mengurangi stres, memperbaiki mood, dan membuat kita lebih mampu berkonsentrasi serta berpikir kreatif saat puasa seharian. Tidur yang cukup juga bisa menjadi sumber tenaga kita ketika waktunya berpuasa seharian lho.

Tidur malam yang cukup adalah sekitar 6-8 jam setiap malam. Nah, supaya kita bisa mendapat tidur yang cukup di tengah kesibukan kita, ada beberapa tips yang bisa kita coba seperti mengurangi penggunaan alat elektronik sebelum tidur, menyiapkan sahur segera setelah selesai berbuka untuk dipanaskan, atau menggunakan aromatherapy. 

Tips Agar Tidak Mudah Lemas Saat Puasa

Di kala menjalani ibadah puasa, tak sedikit orang yang mengeluhkan dirinya menjadi lemas dan kerap mengantuk. Kondisi ini tentunya akan menghambat aktivitas sehari-hari, terlebih bagi mereka yang memiliki setumpuk pekerjaan. Nah, agar tetap produktif dan bertenaga di kala berpuasa, ikuti beberapa tips agar tidak mudah lemas saat puasa berikut ini.

Yuk, terapkan beberapa tips ini agar tubuhmu tetap bertenaga!

Bila ingin tetap segar dan produktif selama menjalani ibadah puasa, maka mulailah dengan menyantap menu sahur yang sehat dan bergizi tinggi. Pastikan untuk minum air putih 8 gelas/harinya. Kemudian tidurlah secepatnya di malam hari, hindari begadang jika memang tak dibutuhkan. Jangan lupa untuk tetap berolahraga dan bila memang diperlukan, konsumsilah multivitamin sebagai penambah daya tahan tubuh.Iklan dari HonestDocs

Berikut uraian lengkapnya:

1. Jangan Melewatkan Sahur

Jangan pernah melewatkan sahur bila tak ingin merugi. Di samping dapat memberi tubuh bahan bakar untuk beraktivitas saat berpuasa, menyantap menu sahur juga dapat membuat pikiran lebih fokus, menyehatkan sistem pencernaan dan mencegah hipoglikemia khususnya pada penderita diabetes.

Namun untuk memetik manfaat optimal dari sahur, maka penting untuk memerhatikan menu sahur yang hendak di santap. Makanlah secukupnya dengan memperbanyak asupan protein dan karbohidrat kompleks. Hindari makanan instan seperti mie dan makanan beku, meskipun praktis namun tidak mampu memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuh.

2. Cukup Minum Air Putih

Di balik kesederhanaan tampilannya, air putih nyatanya memiliki beragam manfaat bagi tubuh sehingga kehadirannya sebagai salah satu tips agar tidak mudah lemas saat puasa tak bisa diabaikan.

Air putih mampu memberikan energi pada otot, mempertahankan suhu tubuh normal, mencegah gangguan pada fungsi pencernaan dan meningkatkan kinerja otak guna memastikan tubuh agar tetap produktif meski sedang berpuasa.

Selama berpuasa, terapkanlah pola minum air putih yakni, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan berat, 2 gelas sebelum tidur dan 2 gelas di waktu sahur. Dengan begitu, anjuran minum air putih rata-rata 8 gelas/hari tetap dapat terpenuhi.Iklan dari HonestDocs

3. Tinggalkan Begadang, Tidurlah Secukupnya

Jangan berharap tubuh tetap fit dan bugar ketika berpuasa jika waktu malam justru dimanfaatkan untuk melakukan hal yang tak berguna. Kurangnya waktu tidur dapat membuat otak melemah dan kehilangan sedikit kemampuannya dalam berkonsentrasi, berkomunikasi dan mengingat. Mood menjadi buruk, tubuh pun akan nampak lemas tak bertenaga.

Oleh karena itu, tidurlah lebih cepat di malam hari. Hindari begadang jika memang tak begitu dibutuhkan. Manfaatkan pula waktu siang untuk tidur sekitar 20 menit. Dengan begitu tubuh akan selalu fit dan produktivitas di tempat kerja pun akan selalu terjaga.

4. Lakukan Olahraga Ringan

Jangan biarkan puasa menjadi alasan untuk sekedar bermalas-malasan dan melupakan olahraga. Pasalnya, olahraga di kala berpuasa justru mampu menghadirkan manfaat tersendiri.

Selain memaksimalkan proses pembakaran lemak, kombinasi olahraga dan puasa juga mampu meningkatkan sensitivitas insulin, merangsang aktivitas hormon, meningkatkan fungsi kognitif, menambah stamina, dan banyak lagi.

Di kala berpuasa, pilihlah jenis olahraga ringan seperti bersepeda atau jalan santai di sekitar lingkungan. Waktu idealnya sendiri dapat dipilih sesuai selera. Selepas shubuh, menjelang berbuka atau 1-2 jam setelah berbuka, pilih saja yang lebih disukai.

5. Konsumsi Multivitamin

Mengonsumsi multivitamin di saat berpuasa sebenarnya hanya berperan sebagai alternatif tambahan. Jika asupan gizi dari makanan maupun minuman sudah terpenuhi, maka konsumsi multivitamin tak diperlukan lagi.

Kecuali sebagai penambah daya tahan tubuh agar tidak mudah drop dan tertular virus seperti flu atau orang tersebut memang membutuhkan asupan vitamin khusus, seperti pada penderita anemia atau diabetes tipe 2.

Itulah beberapa tips agar tidak mudah lemas saat puasa. Terapkanlah sedari sekarang agar puasa yang dijalani dapat berjalan lancar tanpa perlu berkutat dengan rasa kantuk, malas dan lain sebagainya.

sumber :
https://www.honestdocs.id/tips-agar-tidak-mudah-lemas-saat-puasa

5 Tips Menjaga Kulit Tetap Kenyal dan Cantik Saat Puasa

Selama berpuasa, bibir dan kulit kering mungkin menjadi masalah yang sering Anda alami. Kurangnya asupan makanan dan minuman, pola makan salah, dan jam tidur yang mengalami perubahan akan mempengaruhi kondisi kulit Anda. Jangan sampai di hari Lebaran nanti, kulit Anda justru terlihat lebih kusam atau bermasalah. Jangan terlalu khawatir, Anda masih bisa tetap cantik saat puasa dengan mengikuti tips berikut ini.

Bagaimana menjaga kulit tetap cantik saat puasa?

Kulit memiliki siklus regenerasi setiap 27 hari dan menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang perlu dibersihkan secara teratur dan dijaga kesehatannya. Jika tidak dibersihkan, sel kulit mati yang bercampur dengan keringat, debu, polusi, paparan AC, paparan sinar matahari, dan kotoran dapat memperburuk kondisi kulit Anda. Hasilnya, kulit dapat terlihat kusam dan tidak sehat.

Jangan sampai pada saat puasa, Anda malas untuk merawat kulit karena berbagai alasan. Berikut tips yang membuat kulit Anda tetap cantik saat puasa.

1. Menjaga asupan cairan untuk kulit

Selama lebih dari 12 jam, Anda tidak akan mendapatkan asupan cairan karena berpuasa. Hal ini tidak hanya membuat tubuh Anda kekurangan cairan, tapi juga membuat kulit Anda jadi tidak terhidrasi dengan baik. Usahakan dari waktu berbuka puasa hingga sahur, cukupi kebutuhan cairan Anda. Anda bisa menggunakan rumus 2-4-2, dua gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam, dan dua gelas saat sahur.

Menurut penelitian International Journal of Cosmetic Science, minum 2,25 liter air atau setara dengan 9,5 gelas setiap harinya akan meningkatkan ketebalan dan kepadatan kulit. Ingatlah bahwa menjaga asupan cairan untuk kulit sama dengan menjaga kelembapan kulit dan membuat kulit Anda tetap cantik saat puasa.

2. Perbanyak makan buah saat berbuka puasa dan sahur

Jangan hanya sop buah atau gorengan-gorengan yang Anda masukkan ke dalam menu berbuka puasa atau sahur. Pastikan Anda banyak mengonsumsi buah-buahan segar untuk memenuhi kebutuhan vitamin untuk kulit.

Pilihlah buah-buahan yang banyak mengandung air, karena selain dapat memberikan nutrisi untuk kulit Anda, buah yang mengandung banyak air akan memberikan cairan yang dibutuhkan tubuh. Anda bisa memilih semangka, stroberi, atau tomat. Menjaga asupan buah saat puasa dapat membuat kulit tetap cantik saat puasa

3. Menjaga kebersihan kulit

Membersihkan wajah adalah bagian paling penting dalam perawatan kulit karena dapat menghilangkan kotoran dan bakteri serta menjaga kesehatan kulit. Perhatikan kandungan pembersih Anda. Pembersih yang baik adalah yang tidak merusak lapisan kulit.

Gunakanlah pembersih wajah dengan bahan ringan, mengandung stearyl alcohol sehingga busa tidak berlebih, tidak berwarna, dan tidak berbau atau mengandung parfum. Hal ini dimaksudkan agar dapat menjaga kesehatan kulit dengan baik dan tidak menimbulkan iritasi.

Untuk membersihkan wajah non facial foam Anda bisa menggunakan Gurin Beauty Water karena aman tanpa alkohol dan tak mengandung parum dan cocok untuk semua jenis kulit baik kulit wanita bahkan kulit pria.

4. Gunakan pelembap dan tabir surya

Bagi Anda yang memiliki kulit kering, gunakanlah pelembap kulit yang mengandung dimethicone, sodium PCA, shea butter, panthenol, dan cyclopentasiloxane. Bahan-bahan ini memiliki kandungan yang sangat baik untuk mengatasi masalah kulit kering, anti radang, pelindung kulit terhadap sinar matahari, dan tidak mengiritasi kulit.

Sementara, untuk Anda yang memiliki  kulit normal, Anda dapat menggunakan pelembap dengan kandungan cylomethicone. Dan bagi Anda yang memiliki kulit berminyak, bisa menggunakan pelembap kulit dengan berbahan dasar air.

Untuk tabir surya, gunakanlah krim pelindung yang bertuliskan broad-spectrum. Tabir surya seperti ini biasanya memberikan pelindungan kulit terhadap sinar UVA dan UVB. Ingatlah untuk menggunakan tabir surya setidaknya dengan SPF 15.

5. Istirahat yang cukup

Waktu istirahat Anda akan berkurang saat bulan puasa, karena Anda harus terbangun untuk sahur dan tidak semua dari Anda bisa beristirahat lagi. Usahakan jangan tidur terlalu larut malam. Tidak cukup tidur akan membuat kulit Anda tampak lelah dan lebih tua terutama di sekitar mata.

Pastikan Anda berolahraga secara rutin untuk mengurangi stres dan menjadikan metabolisme tubuh Anda stabil. Metabolisme yang lancar akan membuat tidur Anda lebih berkualitas. Tidur yang cukup akan menjaga kulit Anda tetap sehat dan bersinar. Istirahat cukup sangat membantu kulit tetap cantik saat puasa.

Source : hellosehat

Ternyata, Ini Sebabnya Berat Badan Naik selama Puasa

Puasa Ramadan yang hanya tinggal hitungan hari sering dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan. Sebab, selama menjalankan ibadah puasa frekuensi makan jadi berkurang.

Biasanya makan besar tiga hari, yaitu pagi, siang, dan malam, kini hanya dua kali, yaitu saat berbuka dan sahur. Tapi, kenyataannya tak sedikit orang yang justru mengalami penambahan berat badan usai Lebaran. Apa penyebabnya?

Pakar gizi klinis dari layanan kesehatan online Halodoc, Jovita Amelia, mengatakan bahwa kenyataan bahwa berat badan malah naik setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan banyak ditemui.

Menurut dia, ini karena saat berbuka puasa, orang tidak mengontrol makan. Apalagi, makanan yang disuguhkan enak-enak dan ragamnya banyak. Mulai dari takjil yang bisa lebih dari satu jenis, makan malam, dan camilan lain.

“Biasanya makanan buka puasa banyak yang enak. Boleh dimakan, tapi ingat porsinya supaya tidak terjadi obesitas,” kata Jovita kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Dikatakan, saat berbuka disarankan memakan takjil terlebih dahulu. Takjil biasanya porsinya kecil dan manis. Umumnya, orang Indonesia menghidangkan kolak, gorengan, atau kue-kue yang manis sebagai takjil.

“Kolak boleh, gorengan juga boleh. Tapi satu porsi saja, jangan semua jenis takjil dimakan. Kan puasa ada satu bulan, jadi digilir saja takjilnya,” kata Jovita.

Makan takjil dengan porsi yang tepat, kata Jovita, bisa mencegah orang untuk langsung makan banyak saat berbuka. Makan langsung dalam jumlah banyak, kata Jovita, tidak disarankan karena lambung belum siap.

“Setelah berbuka makan takjil, kasih jeda sekitar 30 menit sebelum makan malam. Lambung juga butuh waktu untuk tahu bahwa tubuh sudah kemasukan makanan,” kata dia.

Waktu antara berbuka puasa dan makan malam bisa diisi dengan berolahraga. Olahraga baik untuk menjaga kebugaran tubuh, juga menjaga berat badan.

Selain kebiasaan buruk selama berpuasa, penambahan berat badan juga bisa terjadi saat Lebaran. Biasanya hidangan Idulfitri beragam jenisnya dan semuanya lezat. Belum lagi ketika berkunjung ke rumah kerabat yang pasti disuguhi makanan.

Minum Gurin Green Coffee pada saat sahur bisa menambah stamina dan menjaga berat badan stabil

Source : bisnis.com