Kandungan Dan 5 Manfaat Angkak

Apa itu angkak?

Angkak adalah beras putih yang telah mengalami proses fermentasi oleh jamur Monascus purpureus dan menjadi berwarna merah kecoklatan. Banyak orang yang mengonsumsi angkak sebagai makanan pokok.

Penggunaan angkak juga sering dijadikan sebagai suplemen makanan. Selain itu, angkak biasa digunakan sebagai obat tradisional di Cina. Angkak mengandung beberapa zat yang sangat baik bagi kesehatan.

Kandungan angkak

Ada beberapa kandungan zat di dalam angkak yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Manfaat angkak yang terkenal sebagai obat tradisional tidak terlepas dari zat-zat penting yang terkandung di dalam angkak.

Angkak mengandung serat, karbohidrat, dan protein. Selain itu, di dalam angkak juga mengandung lovastatin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Lovastatin adalah zat di dalam angkak yang mirip dengan obat jantung.

Manfaat angkak bagi kesehatan

Angkak telah sejak dulu digunakan sebagai obat tradisional di Cina di samping sebagai makanan pokok dan suplemen. Ini mengartikan bahwa angkak memiliki manfaat selayaknya obat yang bisa mengatasi masalah kesehatan.

Apa sajakah manfaat angkak bagi kesehatan? Silahkan menyimak jawabannya di bawah ini!

1.  Menurunkan kadar kolesterol

Angkak atau beras ragi merah sangat baik digunakan oleh orang-orang yang memiliki masalah kadar kolesterol. Manfaat angkak bisa menurunkan kadar kolesterol jahat yaitu kolesterol LDL.

Di samping itu, manfaat angkak juga bisa mengurangi kadar trigliserida. Pengonsumsian angkak bisa menurunkan kolesterol total. Tidak hanya menurunkan, angkak juga bermanfaat untuk meningkatkan kadar kolesterol baik yaitu kolesterol HDL.

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Kemampuan angkak untuk menurunkan kadar lipid darah yang negatif (trigliserida dan kolesterol LDL) dan meningkatkan kadar lipid darah yang baik (kolesterol HDL) sudah cukup menjaga kesehatan jantung.

Manfaat angkak untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan jantung semakin lengkap karena kandungan lovastatin yang ada di dalam angkak. Zat lovastatin sangat baik untuk menurunkan risiko dan mengatasi masalah serangan jantung.

Selain itu, angkak juga bisa meningkatkan kelenturan pembuluh darah sehingga berdampak positif pada tekanan darah dan sistem kardiovaskular. Penggunaan angkak pun mampu mencegah pembuluh darah menjadi kaku.

3. Mengurangi peradangan dan infeksi

Beberapa penelitian menunjukkan jika manfaat angkak bisa mengurangi peradangan yang sedang terjadi di dalam tubuh. Di dalam angkak, terkandung zat yang bisa menurunkan faktor terjadinya peradangan.

Pengonsumsian angkak bisa berdampak pada menurunnya zat TNF dan IL-6 yang sangat terkait dengan penyebab terjadinya inflamasi. Ternyata tidak hanya bisa mengatasi peradangan, angkak juga bermanfaat untuk melawan infeksi akut.

4. Mengendalikan kadar gula darah

Tidak hanya berdampak pada jantung, pengonsumsian angkak baik sebagai suplemen, makanan pokok, ataupun obat tradisional ternyata bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah agar selalu dalam batas normal.

Anda telah mengetahui sebelumnya jika angkak bisa menurunkan kadar kolesterol LDL, meningkatkan kadar kolesterol HDL, dan mengontrol tekanan darah. Di samping itu semua, manfaat angkak juga bisa mengontrol kadar gula darah yang berdampak positif bagi perbaikan metabolisme tubuh.

Manfaat ini bisa mencegah terjadinya sindrom metabolik karena kadar lipid darah, kadar gula darah, dan tekanan darah selalu bisa terkendali dengan baik dan dalam batas normal. Hal ini bisa membuat Anda terhindar dari berbagai komplikasi penyakit.

5. Mencegah penyakit kanker

Manfaat angkak tidak hanya baik terhadap normalnya nilai tanda-tanda vital, kadar gula darah, dan kadar lipid darah. Angkak juga bisa melawan penyakit kanker. Penggunaan angkak bisa membunuh sel-sel kanker.

Angkak juga dapat membantu mengurangi pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker. Pengobatan penyakit kanker juga bisa dilakukan dengan menggunakan angkak. Angkak bisa mengobati penyakit kanker secara efektif.

Gurin Green Coffee mengandung angkak lho… sekarang coba Gurin Green Coffee

sumber :
https://doktersehat.com/manfaat-angkak/

9 Manfaat Angkak

ketahui manfaat beras angkak untuk kesehatan tubuh Anda.  Kegunaan angkak sebagai obat herbal sudah terkenal di Indonesia. Kesehatan seseorang tentunya bernilai begitu tinggi, sehingga patut dijaga sebelum terlambat. Beberapa penyakit yang menyerang bahkan tidak hanya terjadi pada dewasa, namun juga anak-anak. Demam berdarah merupakan salah satu contoh penyakit yang tidak bisa dihindari begitu musim hujan datang bersamaan dengan banjir.

Para penderita demam berdarah kerap diharuskan menjalani rawat inap di rumah sakit. Lalu diberi obat-obatan, termasuk cairan infus. Sebab, demam berdarah menyebabkan darah mengental di dalam tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan jumlah trombosit yang menurun hingga berada di bawah batas normal. Tahukah kamu bahwa ternyata dalam menanggulanginya, rupanya ada cara alami dari tumbuhan atau herbal yang bisa dikonsumsi?

Tak hanya demam berdarah, namun tumbuhan yang akan dibahas di bawah ini rupanya juga dianggap bisa digunakan dalam menyembuhkan kolesterol, hipertensi, dan gangguan pencernaan. Angkak, namanya. Tumbuhan ini masih masuk dalam salah satu jenis beras merah asal Cina atau Tiongkok.

Apa Itu Angkak?

Walaupun warnanya merah keunguan, rupanya Angkak awalnya ialah beras putih. Tanaman ini sudah digunakan sejak zaman Dinasti Tang di Cina sebagai salah satu bahan obat herbal yang dipercaya manjur untuk menyembuhkan bermacam-macam penyakit.

Angkak atau hóng qū mǐ atau red yeast rice ialah beras putih asal Cina yang difermentasikan dengan memakai ragi Monascus spp. Terdapat dua komponen bioaktif di dalam Angkak, yakni mevinolin serta lovastatin. Dua zat inilah yang mampu menghambat kerja dari enzim 3-hidroksi-3-metilglutaril Co-A reduktase atau HMG-CoA redukatse yang nantinya bisa menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Senyawa GABA atau Gamma-Aminobutyric Acid serta Astilkolin Klorida merupakan dua bagian aktif yang aktif dalam menurunkan tekanan darah (hipotensif).

Manfaat Angkak Untuk Kesehatan Anda

Rupanya, selain mengobati berbagai macam penyakit, Angkak memiliki berbagai macam manfaat lain dalam penggunaannya. Berikut ada beberapa manfaat dari tanaman jenis biji-bijian ini yang harus kamu tahu:

  • Sebagai Bahan Pewarna Alami
    Dengan warna merah keunguannya yang pekat, beras angkak tak jarang digunakan sebagai bahan pewarna makanan alami, terlebih untuk makanan Tionghoa. Salah satu jenis makanan yang terkenal dan menggunakan Angkak dalam pengolahannya, yakni babi panggang merah. Dengan merendam babi ke dalam air rendamannya, efek warna merah didapatkan untuk hidangan yang kerap hadir dalam perayaan Imlek tadi. Namun tidak hanya itu. Angkak juga bisa kamu pakai dalam pewarnaan makanan lainnya, seperti pembuatan kue, kudapan atau cemilan, dan lain sebagainya.
  • Sebagai Bahan Makanan
    Rupanya selain bermanfaat sebagai pewarna makanan, dapat pula dinikmati sebagai bahan makanan itu sendiri. Salah satu menu andalan yang terdapat kandungan beras ini yaitu dalam Sup Ayam Angkak. Sup yang populer dikarenakan warna serta cita rasanya ini merupakan salah satu resep tradisional Cina. Tak hanya kaya warna dan cita rasa, namun Sup Ayam Angkak juga kaya akan khasiat.
  • Memperkuat Fungsi Limpa
    Ada begitu banyak organ penting dalam tubuh manusia dan Limpa merupakan salah satunya. Fungsi organ ini yakni menguraikan sel darah merah yang sudah rusak dan juga menyaring para senyawa asing yang masuk ke tubuh. Dengan dimaksimalkannya fungsi Limpa, maka tubuh Anda niscaya terhindar dari penimbunan sisa sel dara merah yang rusak serta senyawa asing yang masuk.
  • Mengatasi Demam Berdarah
    Angkak yang memiliki kandungan secara alami dalam peningkatan jumlah trombosit kerap digunakan pada penderita demam berdarah. Namun perlu diperhatikan penggunaan Angkak untuk ini, sebab memungkinkan adanya efek samping dari konsumsi nya.
  • Menurunkan Hipertensi
    Tekanan darah tinggi atau yang kerap dikenal dengan nama hipertensi merupakan kondisi fisik yang cukup mengganggu serta membawa begitu banyak dampak buruk bagi penderitanya, antara lain penyakit jantung, diabetes, mudah pusing dan sakit kepala, hingga stroke. Angkak memiliki manfaat yang baik dalam menurunkan tekanan darah yang naik dengan cara mengonsumsi air rendamannya. Tentunya secara teratur setiap hari.
  • Menjaga Kadar Kolesterol
    Dikarenakan Angkak memiliki manfaat dalam penghambatan pembentukan HMG-CoA Reduktase, maka memanfaatkan tumbuhan ini sebagai salah satu dalam menjaga kadar kolesterol merupakan pilihan yang tepat. Enzim HMG-CoA Reduktase sendiri merupakan enzim yang mampu melakukan sintesi terhadap kolesterol.
  • Membantu Mengobati Masalah Pencernaan
    Tanaman herbal ini mampu mencegah serta mengobati gangguan pencernaan dan juga disentri. Yang mana biasanya gejala disentri kurang lebih penderita mengalamai susah buang air kecil dan buang air besar, sering merasa mulas dan sakit di bagian perut, feses lebih encer (mencret), dan frekuensi dalam buang air besar serta kecil tidaklah normal atau tak teratur.
  • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
    Dengan kaya akan kandungan gizi yang bermanfaat untuk tubuh, beras angkak dapat menyuplai kebutuhan sel sel tubuh dan dapat menguatkan nya. sehingga Anda tidak akan mudah sakit.
  • Penurun Demam Alami
    Belum ada penelitian medis mengenai kegunaan ini, namun secara empiris angkak telah digunakan sebagai antidemam pada anak dan dewasa terutama yang diduga terserang virus DBD.

 

Yuk konsumsi Gurin Green coffee, karena Gurin Green coffee dibuat dengan bahan biji angkak yang dikolaborasikan dengan bahan lain yang juga sangat kaya manfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : https://walafiat.org/manfaat-angkak/

8 Manfaat Angkak Bagi Kesehatan

Angkak merupakan salah satu jenis beras merah yang berasal dari Tiongkok alias China, yang dikembangkan dengan cara di fermentasi dengan menggunakan ragi khusus. Meskipun berwarna merah, namun pada awalnya angkak merupakan jenis beras putih. mungkin angkak di kalangan masyarakat Indonesia belum begitu popler, namun demikian, sejak jaman dahulu, di Negara asalnya, yaitu China, angkak sudah dimanfaatkan sebagai salah satu bahan obat – obatan herbal yang sangat manjur untuk berbagai macam penyakit.

Pemanfaatan angkak

angkakManfaat angkak bagi industri sangat banyak, begitu juga untuk kesehatan. Angkak sendiri merupakan salah satu jenis bahan yang banyak dimanfaatkan, baik air hasil rendamannya, maupun angkak itu sendiri. Apa saja pemanfaatan dari angkak? Berikut ini adalah beberapa pemanfaatan dari angkak :

 

 

 

  1. Sebagai bahan pewarna alami

Yap, dengan warnanya yang merah pekat, angkak seringkali dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami pada beberapa jenis makanan, terutama makanan yang mengandung unsur tionghoa. Salah satu jenis makanan yang cukup dikenal kalangan masyarakan tionghoa adalah babi panggan merah. Proses pengolahannya menggunakan air hasil rendaman dari angkak, yang memberikan efek warna meraha pada hidangan yang sering muncul pada perayaan imlek tersebut.

Selain itu, anda juga dapat memanfaatkan warna merah dari angkak untuk keperluan pewarna alami lainnya, seperti pemuatan kue, camilan, dan sebagainya.

  1. Sebagai bahan makanan.

Pernah mendengar sup ayam angkak? Ya, inilah salah satu makanan sup ayam populer yang menggunakan bahan angkak sebagai penambah warna dan cita rasanya. Sudah cukup banyak restoran yang menyajikan sup ayam angkak ini. Sup ayam angkak ini merupakan salah satu resep tradisional dari China yang kaya akan khasiat dan cita rasa. Mau tau bahannya? Berikut ini beberapa bahan yang digunakan untuk mengolah sup ayam angkak :

  • Rebus ayam (dengan jumlah sesuai selera) hingga mengeluarkan kaldunya
  • Setelah mendidih dan kaldunya sudah keluar, masukkan angkak, kurang lebih ½ hingga 1 sendok makan, jangan terlalu banyak, karena angkak dapat menimbulkan rasa pahit
  • Masukkan merica dan garam untuk menambah rasa
  • Campurkan rebusan tersebut dengan tumisan bawang putih dan bawang Bombay untuk memperkuat rasa
  • Hidangkan sup selagi panas
  1. Memperkuat fungsi dari limpa

Limpa merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh yang berfungsi untuk menguraikan sel darah merah yang telah rusak, serta menyaring senyawa – senyawa asing yang masuk ke dalam tubuh. Dengan fungsiya yang dimaksimalkan dan diperkuat oleh larutan angkak, maka tubuh anda akan terhindar dari penimbunan sisa – sisa sel darah yang telah rusak serta senyawa – senyawa asing yang masuk ke dalam tubuh

  1. Baik untuk penderita demam berdarah

Manfaat angkak yang paling utama adalah untuk mengobati demam berdarah dan sudah sangat terkenal di pelosok dan penjuru dunia. Demam berdarah merupakan suatu kondisi demam, dimana kandungan trombosit dari si penderitanya mengalami penurunan secara drastic. Kondisi ini akan sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan akibat yang fatal, salah satnya adalah kematian. Namun, anda tidak perlu khawatir, untuk meningkatkan jumlah trombosit di dalam tubuh penderita demam berdara, anda dapat memanfaatkan angkak.

Angkak memiliki kandungan yang secara alami mampu untuk meningkatkan jumlah trombosit di dalam tubuh penderita demam berdarah. Berikut ini cara mengolah angkak untuk menaikkan jumlah trombosit :

  • Rendam segenggam angkak dalam satu gelas air matang
  • Diamkan selama beberapa jam hingga airnya menjadi merah pekat
  • Minum air rendaman angkak tersebut.
  1. Menurunkan hipertensi

Hipertensi atau tekanana darah tinggi merupakan salah satu kondisi medis yang cukup mengganggu dan membawa banyak efek buruk bagi anda yang mengalaminya. Berikut ini adalah beberapa efek buruk dari hipertensi :

  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Mudah dan cepat merasa marah
  • Mudah pusing dan sakit kepala

Untuk menurunkan tekanan darah anda yang sedang naik, maka disarnkan untuk mencoba mengkonsumsi angkak. Angkak memiliki kandungan yan dapat menurunkan tekanan darah anda, sehingga gejala – gejala dari hipertensi yang biasa anda alami dapat berkurang. Caranya? Sama seperti cara diatas, yaitu dengan meminum air hasil rendaman angkak, secara teratur setiap harinya.

  1. Menjaga kadar kolestrol

Angkak memiliki manfaat yang baik untuk menghambat pembentukan enzim HMG-CoA Reductase yang merupakan enzim yang dapat melakukan sintesi terhadap kolestrol. Dengan manfaat ini, maka kadar kolestrol yang ada di dalam tubuh akan terjaga, dan anda dapat terhindar dari resiko naiknya kolestrol di dalam tubuh anda.

Dengan kadar kolestrol yang terjaga maka anda akan terhindar dari efek buruk yang ditimbulkan oleh penyakit kolestrol, seperti :

  • Asam urat
  • Diabetes
  • Serangan jantung
Top 1 herbal untuk kolesterol tinggi
  1. Mengobati disentri dan gangguan pencernaan

Manfaat lain dari angkak yang patut anda ketahui ialah angkak mampu mencegah dan mengobati kondisi gangguan pencernaan dan disentri. Biasanya gangguan pencernaan dan disentri ini memiliki gejala – gejala seperti ;

  • Sulit buang air besar dan buang air kecil
  • Sakit dan mulas pada bagian perut
  • Feses menjadi encer
  • Frekuensi buang air besar dan buang air kecil yang tidak normal dan tidak teratur

Ketika anda mulai merasakan gejala – gejala tersebut, maka ada baiknya anda mengkonsumsi air rendaman angkak dan meminumnya selama anda masih merasakan gejala – gejala tersebut.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Angkak juga diyakini dapat menjadi solusi bagi anda yang mengalami penurunan daya tahan tubuh, karena dapat meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh. Dengan meningkatnya imunitas dan daya tahan tubuh, maka anda dapat terhindar dari berbagai macam penyakit, terutama penyakit yang menyerang daya tahan tubuh.

Yuk konsumsi Gurin Green coffee, karena Gurin Green coffee dibuat dengan bahan biji angkak yang dikolaborasikan dengan bahan lain yang juga sangat kaya manfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : https://manfaat.co.id/manfaat-angkak

15 Manfaat dan Khasiat Angkak untuk Kesehatan

Angkak adalah sebutan untuk jenis beras merah yang berasal dari negara Cina. Kemungkinan besar biji merah yang satu ini diolah dengan cara fermentasi sehingga warnanya menjadi merah. Indonesia sendiri belum terlalu mengenal angkak, namun sejak dulu masyarakat Cina sudah menggunakan biji unik ini sebagai bahan pengobatan alami. Khasiatnya mampu mengatasi berbagai jenis penyakit yang menyerang tubuh Anda.

Angkak juga sering digunakan sebagai pewarna makanan yang alami. Warna merahnya merupakan jenis warna yang tidak mengandung senyawa berbahaya bagi masakan Anda. Anda bisa merendam biji ini kemudian menggunakan air rendamannya sebagai tambahan pewarna pada makanan. Penggunaan angkak untuk obat tidak hanya berguna untuk membuat tubuh Anda lebih sehat, namun juga menyingkirkan berbagai jenis gejala penyakit di tubuh Anda.

Agar tidak salah dalam memahami manfaat dan khasiat angkak, kami berikan rincian penjelasan tentang beberapa kegunaan biji ini untuk kesehatan Anda. Berikut ini informasinya.

1. Menyehatkan limpa

Manfaat angkak yang pertama yaitu sebagai biji yang menyehatkan untuk organ limpa. Biji ini mengandung banyak kandungan alami untuk kesehatan limpa Anda sehingga organ tubuh yang satu ini tidak mudah terserang gangguan dari penyakit.

2. Mengatasi demam berdarah

Khasiat angkak ternyata juga bisa mengatasi penyakit demam berdarah. Penyakit akibat gigitan nyamuk ini dapat dicegah gejalanya jika Anda mengonsumsi biji ini dengan rutin. Tubuh Anda pun akan menjadi lebih kebal dari serangan demam berdarah.

3. Mencegah hipertensi

Manfaat angkak bagus digunakan sebagai makanan yang mencegah hipertensi. Biji ini berguna untuk menurunkan tekanan darah di tubuh Anda ketika terjadi kenaikan, sehingga tidak membuat hipertensi muncul dan mengganggu kesehatan.

4. Anti stroke alami

Khasiat angkak juga termasuk dalam makanan anti stroke alami. Biji sehat ini mampu mencegah gejala stroke yang sering terjadi ketika tubuh Anda tidak sehat, terutama bagian persendian dan tulang yang sering terasa nyeri.

5. Menyehatkan jantung

Manfaat angkak sangat bagus untuk kesehatan jantung. Kandungan nutrisi yang lengkap di dalam biji ini cocok untuk membuat jantung Anda sehat dan kebal dari serangan penyakit yang berbahaya seperti penyakit jantung.

6. Mencegah diabetes

Kegunaan angkak juga bisa diperoleh dalam rangka mencegah penyakit gula. Penyakit ini sering disebut dengan diabetes muncul karena kadar gula dalam darah yang merangkak naik. Biji ibi berguna untuk menurunkannya.

7. Menenangkan mood

Mood yang tenang akan membuat Anda lebih rileks tanpa banyak pikiran. Jika Anda sering mengalami mood yang tidak stabil, cobalah untuk mengonsumsi angkak sari sekarang. Biji ini bermanfaat untuk membuat mood Anda membaik.

8. Mengatasi pusing dan sakit kepala

Rasa pusing dan sakit kepala yang berkepanjangan merupakan tanda dari gangguan kesehatan di tubuh Anda. Mulailah untuk mengonsumsi angkak dengan teratur mulai dari sekarang. Biji sehat ini dapat mengatasi sakit kepala dan gejals pusing di tubuh Anda.

9. Menurunkan kadar kolesterol

Kolesterol yang berlebihan tidak akan membuat tubuh Anda sehat. Keadaan ini justru akan membuat Anda mengalami banyak penyakit. Turunkanlah kolesterol sejak dini dengan rutin memakan angkak dan jagalah pola makan Anda dengan lebih baik tanpa terkecuali.

10. Mengatasi gangguan pencernaan

Sistem pencernaan Anda akan menjadi lebih baik dengan menggunakan angkak. Konsumsi biji ini denga teratur akan membantu tubuh Anda agar mencerna makanan yang masuk dengan lebih baik tanpa menghambat proses pencernaan.

Selain 10 manfaat dan khasiat angkak untuk kesehatan, ada lagi 5 manfaat lainnya dari biji ini yang perlu Anda ketahui. Berikut ini manfaat lainnya:

5 Manfaat dan Khasiat Angkak Lainnya:

  1. Menjaga daya tahan tubuh
  2. Obat disentri
  3. Mengatasi kesulitan BAB
  4. Menyembuhkan mulas pada perut
  5. Melancarkan buang air kecil

 

 

Yuk konsumsi Gurin Green coffee, karena Gurin Green coffee dibuat dengan bahan biji angkak yang dikolaborasikan dengan bahan lain yang juga sangat kaya manfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : https://www.khasiat.co.id/biji/angkak.html

MANFAAT DAN KANDUNGAN ANGKAK

 

 

BERAS MERAH CHINA atau angkak merupakan pengawet dan pewarna makanan alami dan menyehatkan. Juga dianggap sebagai obat bermacam penyakit. Berdasarkan penelitian, produk olahan dari beras ini bisa menurunkan kelebihan kolesterol.

Kata angkak kian sering terdengar seiring merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD muncul secara rutin setiap tahun, khususnya di musim hujan. Beberapa warga masyarakat percaya bahwa angkak dapat digunakan sebagai obat pendongkrak trombosit.

Sejauh ini memang belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung hal tersebut. Namun, bila bukti-bukti empiris di masyarakat telah menunjukkan hal tersebut, tentu tidak ada salahnya untuk dicoba. Dalam tulisan berikut pembahasan tentang angkak hanya dikaitkan dengan perannya sebagai pewarna, pengawet, serta penurun kolesterol darah.

Angkak ialah produk hasil fermentasi dengan substrat beras yang menghasilkan warna merah karena aktifitas kapang Monascus purpureus. Angkak secara tradisional telah lama dimanfaatkan sebagai bumbu, pewarna dan obat, termasuk di antaranya adalah obat demam. Angkak adalah produk beras (putih) yang difermentasikan hingga warnanya menjadi merah gelap. Karena warna merahnya, angkak sering disebut beras merah, sehingga menjadi rancu dengan sebutan beras merah padanan dari brown rice dalam bahasa Inggris. Padahal antara angkak dan brown rice berbeda. Beberapa nama lain/sebutan lain untuk angkak adalah Fung khiuk, beni-koju, CholestinTM, Hong qu, Hung-chu, Monascus , Red koji, Red Leaven, Red Rice, Red Rice Yeast, Xue Zhi Kang (setelah diextract dalam alcohol) , Zhi Tai (dalam bentuk bubuk).

Angkak ini adalah produk fermentasi yang berasal dari negara China. Pembuatan pertama dilakukan oleh Dinasti Ming yang berkuasa pada abad ke-14 sampai abad ke-17. Dalam teks tradisional The Ancient Chinese Pharmacopoeia disebutkan bahwa angkak digunakan sebagai obat untuk melancarkan pencernaan dan sirkulasi darah. Angkak menjadi konsumsi harian masyarakat Cina terutama sebagai pengawet dan penyedap makanan. Penduduk Taiwan memilih meminumnya dalam bentuk anggur beras. Sebenarnya angkak tidak mempunyai rasa. Etnis Cina mempunyai kebiasaan mencampurkan angkak agar perut nyaman setelah makan dan masakan berwarna merah lebih menarik.

Angkak dapat pula dibuat dari bahan-bahan sumber karbon lain seperti gadung, kentang, ganyong, suweg, ubi jalar, dan tapioka tetapi intensitas warna yang dihasilkan tidak sebaik pada beras. Nama angkak diduga berasal dari jenis kapang (“jamur”) yang dimanfaatkan sebagai biang fermentasi, yakni Monascus. Walaupun demikian, angkak dibuat dengan kapang jenis lainnya seperti Monascus purpurea dan Monascus pilasus sebagai biang. Angkak juga memiliki beberapa khasiat yang diperlukan oleh tubuh, diantaranya adalah meningkatkan jumlah trombosit pada penderita demam berdarah, menurunkan tekanan darah, sebagai pewarna alami makanan selain itu juga dapat digunakan sebagai pembangkit rasa makanan.

Masyarakat awam menyebut angkak sebagai beras merah cina karena produk tersebut berwarna merah, dibuat dari beras, dan dalam sejarahnya berasal dari Cina. Di beberapa negara, angkak dikenal dengan sebutan berbeda-beda, seperti beni-koji, hong qu, hung-chu, monascus, red koji, red leaven, red yeast rice, xue zhi kang, dan zhi tai. Di Cina, istilah zhi tai berarti angkak dalam bentuk tepung kering, sedangkan xue zhi kang berarti angkak yang telah diekstrak dengan alkohol.

Pembuatan angkak di Cina pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Dinasti Ming yang berkuasa pada abad XIV-XVII. Di Cina, angkak digunakan sejak berabad-abad yang lalu, baik untuk kepentingan bahan pangan maupun obat. Angkak dibuat melalui proses fermentasi beras dengan kapang Monascus purpureus.

Beberapa spesies kapang telah digunakan untuk memproduksi angkak, diantaranya adalah Monascus purpureus, M. pilosus, dan M. anka. Salah satu spesies Monascus yaitu Monascus purpureus yang membentuk koloni yang menyebar dan berwarna merah atau ungu. Monascus adalah kapang yang menggunakan berbagai komponen makanan dari yang sederhana sampai yang kompleks. Kapang ini juga memproduksi enzim-enzim seperti α-amilase, ß-amilase, glukoamilase, lipase, protease, glukosidase dan ribonuklease. Oleh karena itu kapang ini mampu tumbuh pada bahan yang mengandung pati, protein atau lipid.

Suhu pertumbuhan untuk Monascus berada dalam kisaran 25ºC – 32º C sehingga kapang ini termasuk dalam golongan kapang mesofilik. Sedangkan pH yang sesuai untuk pertumbuhannya adalah sekitar 6,5 (Hesseltine, 1965). Monascus bersifat aerobik, yaitui membutuhkan oksigen dalam pertumbuhannya karena kapang tersebut tumbuh baik pada permukaan beras.

Monascus dikelompokkan dalam kapang yang bersepta yaitu septa yang membagi hifa dalam ruangan-ruangan, dimana setiap ruangan mempunyai inti satu atau lebih. Monascus termasuk dalam kelas Ascomycetes sehingga sistem reproduksinya menggunakan askospora (spora seksual) dimana spora bersel satu terbentuk di dalam kantung yang disebut askus. Biasanya terdapat 8 askospora di dalam setiap askus.

Kapang Monascus purpureus dengan kandungan lovastatinnya adalah salah satu dari keanekaragaman mikroba Indonesia yang memiliki potensi biomedis yang dapat dikembangkan. Lovastatin adalah bahan bioaktif yang dikenal baik berperan dalam penurunan kolesterol, pengobatan diabetes, jantung koroner, rapuh tulang, penghambatan tumor dan penyakit degeneratif.

Sebagai Obat

Penggunaan angkak sebagai obat di Cina dimulai sejak Dinasti Tang. Deskripsi lebih rinci tentang angkak dapat dibaca pada buku Pharmacopoeia Cina kuno, yaitu Ben Cao Gang Mu-Dan Shi Bu Yi, yang dipublikasi pada masa Dinasti Ming (1368-1644). Pada buku tersebut, angkak telah dinyatakan sebagai obat sakit perut (gangguan pencernaan dan diare), sirkulasi darah, serta untuk kesehatan limpa dan lambung.

Dalam seni pengobatan Cina tradisional, angkak digunakan untuk pengobatan terhadap penyakit salah cerna, luka otot, disentri, dan antraks. Angkak juga sering digunakan untuk meringankan kerja lambung serta memperkuat fungsi limpa, yaitu suatu organ tubuh yang menguraikan sel darah merah yang telah usang dan menyaring senyawa-senyawa asing.

Senyawa obat yang terdapat di dalam angkak sesungguhnya merupakan produk metabolit sekunder dari kapang Monascus purpureus, yaitu lovastatin. Kadar lovastatin pada angkak sekitar 0,2 persen. Lovastatin (C24H36O5) atau mevacor atau monacolin K telah dikenal sebagai senyawa obat yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah pada penderita hiperkolesterolemia.

Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa angkak mengandung senyawa gamma-aminobutyric acid (GABA) dan acetylcholine chloride, yaitu suatu senyawa aktif yang bersifat hipotensif, artinya mampu menurunkan tekanan darah. Karena itu, angkak sering digunakan sebagai obat penurun tekanan darah oleh penderita hipertensi.

Saat ini, secara komersial angkak telah dipasarkan sebagai produk suplemen untuk meningkatkan kesehatan jantung. Contoh produk yang sudah beredar: Cholestini dengan kandungan angkak sebesar 600 mg per kapsul dan Herbalin Ruby Monascusi dengan kandungan angkak sebesar 500 mg per kapsul. Kendati demikian, anak dan remaja di bawah usia 20 tahun tidak disarankan menggunakan suplemen tersebut.

Dalam pengobatan Cina tradisional, dosis suplemen angkak yang digunakan sangat tinggi, yaitu mencapai 6.000–9.000 mg per hari. Sementara dosis yang dianjurkan adalah 600 mg (dosis oral), sebanyak 2-4 kali ulangan per hari. Suatu penelitian menunjukkan bahwa pemberian angkak kepada orang dewasa dengan dosis 1.200 mg per hari selama delapan minggu, tidak menimbulkan efek negatif.

Namun, karena informasi tentang dampak keamanan pemakaian angkak dosis tinggi dalam jangka panjang masih sangat terbatas, pemakaian sebaiknya dibatasi hanya dalam jangka waktu pendek. Walaupun jarang terjadi, efek samping yang dapat diberikan oleh konsumsi angkak adalah sakit kepala, sakit lambung, timbul gas, pusing, serta rasa panas di dalam perut.

Orang yang berisiko mengalami penyakit lever atau sedang menderita penyakit lever sebaiknya tidak mengonsumsi angkak. Dengan mekanisme yang sama seperti pada penurunan kolesterol, angkak juga dapat memengaruhi fungsi hati.

Pecandu alkohol, orang yang sedang mengalami infeksi serius dan gangguan fisik, atau yang mengalami transplantasi organ, dianjurkan untuk menghindari penggunaan angkak. Dampak terhadap orang yang sedang hamil dan menyusui belum pernah dievaluasi, tetapi sebaiknya dihindari.

Penurun Kolesterol

Sejak tahun 1970-an beberapa penelitian menunjukkan bahwa angkak dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Monascus purpureus dapat menghasilkan berbagai senyawa yang secara kolektif disebut monacolin, yaitu senyawa yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah di dalam tubuh.

Senyawa monacolin tersebut mampu menghambat kerja enzim 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA reductase (HMG-CoA reductase), yaitu enzim yang sangat diperlukan untuk sintesis kolesterol. Inhibitor HMG-CoA reduktase dapat menurunkan simpanan kolesterol intrasel serta menghambat sintesis very low density lipoprotein (VLDL) di hati.

Mengingat VLDL adalah prekursor LDL, penghambatan sintesis VLDL secara otomatis akan menurunkan jumlah LDL. Kadar kolesterol tinggi sangat tidak dikehendaki karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, seperti aterosklerosis, penyakit jantung, stroke, dan hipertensi. Dengan terhambatnya kerja enzim HMG-CoA reductase oleh senyawa yang ada pada angkak, laju sintesis kolesterol di dalam tubuh dihambat, sehingga secara nyata dapat menurunkan kadar kolesterol tubuh. Keyakinan tersebutlah yang mendorong penggunaan angkak sebagai penurun kolesterol dan sekaligus obat bagi penyakit jantung.

Penelitian pemberian angkak menggunakan 83 orang penderita kolesterol tinggi telah dilakukan di UCLA School of Medicine. Dibandingkan penderita yang diberi plasebo (tanpa angkak), pemberian angkak selama 12 minggu secara nyata dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida (senyawa lemak yang juga dapat berakumulasi di pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan). Di lain pihak, pemberian angkak tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Suatu penelitian yang dipresentasikan pada kongres tahunan American Heart Association ke-39 pada tahun 1999 menunjukkan bahwa pemberian angkak pada penderita hiperkolesterolemia selama delapan minggu dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 16-22,7 persen, LDL sebesar 21–31 persen dan trigliserida sebesar 24–34 persen. Sementara kolesterol HDL meningkat sebesar 14–20 persen.

Angkak sebaiknya tidak dikonsumsi bersama-sama dengan obat penurun kolesterol (statin) yang bersifat menghambat HMG-CoA reduktase (seperti atorvastatin, lovastatin, fluvastatin, simvastatin, pravastatin, cerivastatin). Sebab, dapat meningkatkan pengaruh obat tersebut yang akhirnya akan menaikkan risiko kerusakan lever.

Pewarna yang Aman dan Menyehatkan

Sejak dahulu kala, nenek moyang kita telah terbiasa menggunakan bahan pewarna alami pada makanan dan minuman yang dibuatnya. Penggunaan pewarna alami jelas lebih aman dan menyehatkan dibandingkan pewarna sintetis. Pewarna alami merupakan pigmen-pigmen yang diperoleh dari bahan nabati, hewani, bakteri, dan algae.

Perhatian terhadap pentingnya penggunaan pewarna alami pada makanan semakin meningkat akhir-akhir ini. Hal tersebut dipicu oleh ketakutan terhadap dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh pewarna sintetik. Beberapa pewarna sintetik diduga bersifat karsinogenik, yaitu dapat memicu timbulnya sel kanker.

Kapang Monascus purpureus yang ditumbuhkan pada beras sebagai substrat dapat menghasilkan pigmen kuning, merah, dan oranye. Pigmen merah yang dihasilkan oleh kapang tersebut telah digunakan sebagai pewarna alami pada makanan sejak berabad-abad lalu, khususnya oleh penduduk di negara-negara Asia, seperti Cina, Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, Thailand, dan Filipina.

Warna merah angkak sangat potensial sebagai pengganti warna merah sintetis, yang saat ini penggunaannya sangat luas pada berbagai produk makanan. Beberapa contoh produk makanan yang telah menggunakan pewarna merah angkak adalah anggur, keju, sayuran, pasta ikan, kecap ikan, minuman beralkohol, aneka kue, serta produk olahan daging (sosis, ham, kornet).

Sebagai pewarna alami, angkak memiliki sifat yang cukup stabil, dapat bercampur dengan pigmen warna lain, serta tidak beracun. Pigmen warna utama yang dihasilkan oleh Monascus purpureus pada fermentasi angkak adalah monaskorubrin dan monaskoflavin. Ada tiga warna utama yang dapat ditimbulkan oleh pigmen pada angkak, yaitu kuning, oranye, dan merah.

Stabilitas pigmen angkak sangat dipengaruhi oleh sinar matahari, sinar ultraviolet, keadaan asam dan basa (pH), suhu, dan oksidator. Pigmen angkak lebih stabil pada pH 9 dibandingkan dengan pH 7 dan pH 3. Pemanasan pada suhu 100 derajat Celsius selama satu jam tidak mengakibatkan kerusakan nyata terhadap pigmen angkak.

Seiring dengan berkembangnya slogan back to basic, penggunaan angkak sebagai pewarna dan pengawet mulai dilirik masyarakat. Beberapa bukti ilmiah terakhir menunjukkan bahwa angkak juga dapat digunakan sebagai obat penurun kolesterol dan tekanan darah. Karena demikian besar manfaat angkak, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, telah menerima angkak sebagai suplemen pangan.

Pigmen angkak terbentuk karena keluarnya cairan granular melewati ujung-ujung hifa yang rusak pada Monascus purpureus. Ketika kultur masih muda, cairan ekstrusinya tidak berwarna tetapi secara bertahap terjadi perubahan menjadi kemerahan, merah kekuningan atau jingga bila kultur tersebut ditumbuhkan pada PDA (Potato Dekstrose Agar). Hal ini terjadi karena pada waktu kultur masih muda semua nutrien dipakai untuk pertumbuhan dan setelah dewasa sebagian nutrien digunakan untuk pembentukan pigmen angkak. Warna merah yang dihasilkan tidak hanya terlihat pada cairan ekstruksi saja tetapi juga di bagian hifa.

Komponen utama pigmen angkak terdiri dari monaskorubin dan rubropunktatin yang berwarna jingga, monaskorubramin dan rubropunktamin yang berwarna merah serta monaskin dan ankaflavin yang berwarna kuning. Monaskorubramin merupakan pigmen yang paling banyak dihasilkan.

Pigemen angkak dapat larut dalam metanol, etanol, kloroform, benzena, asam asetat dan aseton tetapi sedikit larut dalam air dan petroleum eter. Pelarut terbaik untuk ekstraksi pigmen angkak adalah metanol.

Sifat pigmen angkak yaitu kurang stabil pada pH asam dan akan terjadi pemucatan warna bila terkena cahaya dalam waktu yang lama. Pewarna yang dilarutkan dalam air juga bersifat tidak stabil bila mengalami pemanasan.Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk berbagai produk makanan, pigmen warna merah yang dihasilkan oleh Monascus purpureus juga memiliki efek bateriostatik terhadap Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus.

Pengawet yang Hambat Bakteri Patogen

Dewasa ini penggunaan pengawet sintetis pada berbagai makanan cukup meresahkan. Penambahan zat pengawet dimaksudkan untuk memperpanjang daya tahan simpan suatu produk makanan.

Bahan pengawet dibedakan atas pengawet makanan dan bukan pengawet makanan. Pengawet makanan, walaupun pemakaiannya diizinkan pada makanan, dosis yang berlebih tetap tidak dianjurkan karena menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan konsumen.

Beberapa contoh jenis bahan pengawet yang diizinkan dan lazim digunakan dalam industri makanan adalah asam benzoat atau garam-garam benzoat (kalium benzoat, kalsium benzoat, natrium benzoat); garam-garam sulfit (kalium sulfit, kalium bisulfit, kalium metabisulfit); nitrat dan nitrit; belerang dioksida.

Pengawet bukan makanan, seperti formalin dan boraks, walaupun dilarang, kenyataannya banyak digunakan pada berbagai produk pangan. Kedua fakta tersebut tentu saja sangat meresahkan masyarakat yang senantiasa ingin hidup sehat. Karena itu, upaya pencarian pengawet alami sangat perlu dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen angkak memiliki aktivitas sebagai antimikroba, sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan pewarna pada bahan makanan yang mudah terkontaminasi mikroba. Dengan demikian, angkak dapat berperan ganda, yaitu sebagai pewarna dan sekaligus pengawet. Angkak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen (penyebab penyakit) dan bakteri perusak berspora, seperti Bacillus cereus dan Bacillus stearothermophilus.

Penggunaan angkak dapat mengurangi penggunaan nitrit pada bahan pangan. Nitrit sering digunakan sebagai komponen dari sendawa, yaitu zat yang digunakan untuk mempertahankan warna merah daging, khususnya pada pembuatan sosis, daging asap, dan kornet. Dalam beberapa penelitian, nitrit ditengarai sebagai pemicu sel kanker. Nitrit dapat bereaksi dengan komponen amin dari protein bahan pangan membentuk nitrosamin, yaitu suatu zat karsinogenik. Karena itu, penggunaan nitrit pada makanan sebaiknya dibatasi.

Melalui sifatnya sebagai antimikroba, penggunaan angkak dalam pembuatan sosis selain dimaksudkan sebagai pemberi warna merah, juga sekaligus berfungsi sebagai pengawet yang aman bagi kesehatan. Kelebihan lain dari penggunaan angkak pada pembuatan sosis adalah memperbaiki tekstur dan flavornya.

Lebih Cocok dengan Beras Pera

Secara tradisional, pembuatan angkak umumnya dilakukan dengan menggunakan beras sebagai substrat, melalui sistem fermentasi padat. Beras yang cocok digunakan sebagai substrat adalah beras pera, yaitu yang memiliki kadar amilosa tinggi, tetapi rendah amilopetin.

Mengingat beras yang pera harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan beras pulen, pembuatan angkak dari beras pera diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : https://lordbroken.wordpress.com/2011/10/05/manfaat-dan-kandungan-angkak/